Wednesday, February 13, 2019

CAN YOU BELIEVE IT GUYS?!
GUE UDAH LULUS!!!
WHAT A HECK OF A JOURNEY!

Gue inget dulu pas jaman nyusun skripsi gue rasanya pengen nangis tiap hari. Momen-momen itu adalah titik terendah dalam hidup gue. Kenapa?

Ya betul, karena mungkin gue goblok. Yes, like literally, goblok academically.

Gue sampai bikin sumpah sama teman gue, jikalau nanti gue jadi presiden, skripsi akan gue hapuskan dari kurikulum! mampus lu!

Tapi yaaah, akhirnya skripsi lewat juga.
Skripsi si Asu.

ANYWAYYY....

Gak sampai sebulan setelah gue ujian tutup (strata), tawaran kerja pun datang. Yes, I am one lucky bit*h. and not to mention the basic rate offered is..well...far above average for a fresh-graduate. Like i said, LUCKY BIACHH. or maybe im just not that stupid.

Gue gak asing sama perusahaan ini. Sekitar 2 tahun lalu gue pernah KP di sini selama 3 bulan, di department yang sama. Reunian deh gue jadinya wkwk.

Ini sudah minggu ke-3 gue masuk kerja. So far so good, banyak kakak-kakak dan mas-mas ganteng. Gue dapat pemandangan bagus tiap hari, gaji besar pula. Couldn't ask for more.

Mungkin ini sudah saatnya gue tobat dan banyak bersyukur.

Sunday, July 15, 2018

Dua makhluk itu.

Hari itu gak seperti biasanya. Ya, gue ke kampus. Mahasiswi semester 8 (otw 9) yang sudah seperti babi hamil 7 bulan ini akhirnya ke kampus.

Solo-walking di kampus sudah menjadi hal biasa. Tapi jalannya harus cepat, supaya keliatan sibuk. Kerenan dikit lah.

Jalan lah gue, mengarungi lautan mahasiswa-mahasiswa segar di kampus. Pandangan gue teralih saat dua orang, cewek dan cowok, yang sedang duduk di kursi kantin terlintas di sudut mata gue. Meraka sedang bercengkrama ria sambil makan kerupuk balado micin ++, senek idola seantero teknik.

Gue tetap jalan, sampai akhirnya mereka berdua hilang dari pandangan.

Gue kenal mereka.

Eh, bukan kenal deng. Tau.

Gue seneng aja lihat mereka berdua masih barengan sampai sekarang. Masih mesra juga.

Gue pertama kali lihat mereka waktu jaman maba dulu, gue masih pakai baju hitam putih. Begitu pun mereka berdua. Berarti jelas, mereka seangkatan gue. Fakultas gue loksinya terpisah dari fakultas lainnya, dan angkatan gue baru angkatan ketiga yang nempatin kampus baru. Jadi, sadar akan melihat orang yang sama adalah pemandangan biasa.

Gue dulu beberapa kali melihat mereka lagi berduaan, gak jalan di kampus, lagi goncengan di motor, sampai makan di warung. Obviously, mereka pacaran.

Gue gak tau apa aja yang udah mereka laluin. Apakah mereka putus nyambung, atau adem terus, no idea. Tapi yang jelas, sampai hari ini mereka masih bareng.

4 tahun coyy, empaaaat. Udah gak terhitung kucing peliharaan gue silih berganti. Kalau gak mati, ya kabur. Atau dibuang diam-diam ama bokap.

Semoga sampai icap kabul lah.

Thursday, December 14, 2017

Babak 1 - Prosesi Lamaran

Halo, siapa pun anda yang membaca postingan ini.

Beberapa waktu lalu, tepatnya dari tanggal dari 29 Oktober 2017-29 November 2017, gue melaksanakan Kerja Praktek (KP) di sebuah perusahaan upstream oil yang berlokasi di Rumbai, Pekanbaru. Selama 1 bulan, Rumbai telah memberi gue banyak kenangan. Gue jarang banget nulis di blog, tapi kali ini gue bakal nulis apapun yang gue ingat tentang Rumbai, sekaligus ini menjadi arsip gue sebelum kenangan di Rumbai menguap dari kepala-berkapasitas-rendah gue.

Postingan/bagian ini adalah rangkain dari cerita gue--Waktu di Rumbai. Di bagian ini gue mau cerita bagaimana gue bisa sampai terdampar jauh ke tanah Sumatra. Buat lu yang gak tertarik dengan Babak 1 dari cerita gue, lu bisa skip bagian ini, dan langsung ke postingan gue selanjutnya (kalau udah gue posting, wkwk).

Enjoy~


Waktu itu gue kuliah semester 5 di salah satu perguruan tinggi di Makassar. Di jurusan gue, Kerja Praktek (atau biasanya ada yang bilang PKL) adalah suatu syarat wajib untuk bisa meraih gelar sarjana, dan tentu saja gue pengen sarjana. Teman-teman gue kala itu lagi gentar-gentarnya bolak-balik kantor jurusan mengurus proposal KP. Tapi tidak buat gue, ekhm-uhuk. Gue udah mengalahkan siluman KP bahkan sebelum gue masuk semester 5 (bangga? Iya, tapi menurut gue seorang mahasiswa yang baru selelai semester 4 dan langsung KP itu bagaikan bayi yang lahir prematur. Ngerti lah ya maksud gue).

Waktu itu pertengahan tahun 2016, gue KP di sebuah perusahaan tambang nikel di Sulawesi selama 3 bulan. Dari KP gue yang sebelumnya itu, gue narik kesimpulan--banyak banget hal yang bisa lu dapet dari tempat KP yang gak bakal lu dapet di kampus, bla-bla ya mainstream, tapi ini benar adanya. KP gue waktu itu terasa berat banget. Gue digampar dengan hal yang benar-benar asing (yang namanya aja gue baru denger waktu itu) yang beberapa di antaranya ternyata nantinya baru gue dapet di semester 5 (iya gue adalah mahasiswa tiba masa tiba akal yang gak pernah ngecek paket mata kuliah yang akan disajikan). Di situ gue benar-benar merasa guobloq gak tau apa-apa dan malu benar sama mentor gue yang (untungnya) kebetulan se-almamater.

Tapi overall, gue merasa KP itu seru dan menantang. Nah dari situ, gue mikir, kenapa gue gak coba KP lagi? coba-coba masukin proposal, kali aja keterima. Dan enaknya nanti gue udah gak ada lagi pertanggungjawaban KP ke pihak kampus, karena nilai KP gue udah masuk.

Akhirnya gue memutuskan untuk mencoba KP, lagi. Di kepala gue udah ada perusahaan tambang X di Papua yang siap gue bidik. Kala itu bulan Januari 2017, gue udah semester 6. Bermodalkan IPK gue yang pas-pasan dan curriculum vitae yang gue buat semenarik mungkin lengkap dengan summary pengalaman KP gue sebelumnya, kirim lah gue surat cinta ke perusahaan tersebut, berharap cinta gue dibalas. Nyokap sempat gak setuju sama keputusan gue ngelamar kerja praktek di tanah Papua. Nyokap takut nanti di sana gue kena malaria, gak ada yang ngurusin, trus gue mati konyol di sana. Plus, gue ngelamar KP untuk pelaksanaan bulan Juli, yang seharusnya di situ gue lagi Kuliah Kerja Nyata (KKN). Gue biasa aja menanggapi penolakan nyokap, karena gue juga mikir proposal gue keterima aja belum tentu. Sedangkan bokap, bokap prinsipnya--selama memang itu yang terbaik, jarak dan hal-hal lainnya (seperti malaria) bukanlah masalah.

Oh iya, alasan kenapa gue milih tempat KP yang jauh adalah karena gue pengen sekalian rekreasi menghilangkan penat kuliah, mengunjungi tempat yang belum pernah gue datengin sebelumnya. Gue seorang mahasiswa kere yang mikir gimana caranya orang tua gue mau kasih izin dan mensubsidi ongkos rekreasi gue. Dan kerja praktek merupakan momentum yang pas buat gue jadiin pembungkus dibalik modus rekreasi gue muahahahahahaha. Tapi gue juga sebisa mungkin nyari tempat KP yang ada tanggungan fasilitasnya. Gue gak sejahat itu.

Sembari menunggu balasan surat cinta dari tanah Papua, gue main-main di internet, mencari calon lain jikalau lamaran gue ditolak. Gue nemu beberapa perusahaan, 3 perusahaan, dan gue berencana ngirim proposal ke ke-tiga perusahan tersebut, yang sebenarnya merupakan hal terlarang di jurusan gue. Ya, alasannya jelas, untuk menghindari kejadian mahasiswa menolak tawaran kerja praktek dari perusahaan karena pada saat yang sama diterima di perusahaan lain, memberikan dampak buruk kedepannya bagi almamater. Gue mikirin ini? iya jelas, gue cinta almamater. Jadi gini, gak lama setelah gue ngirim lamaran ke perusahan X di Papua, gue lihat di berita kalau perusahaan itu lagi ada masalah dengan izin pemerintah dan gue cek websitenya, page Internship yang sebelumnya gue jadikan pedoman udah lenyap. Dan lagi udah hampir sebulan gue gak dapet kabar dari mereka. Jadi gue mikir, kayaknya emang gak dapet gue KP di sana.

Nah untuk tiga proposal ke perusahaan tadi, udah gue pikiran. Dua dari tiga proposal yang menurut gue besar kemungkinan dan yang kecil kemungkinan gue keterima (ini berdasarkan research gue x'D), gue samain waktu KPnya, yakni bulan Juli. Lah trus kalau salah satunya keterima berarti gue gak KKN dong? iya, tapi gelombang KKN di kampus gua ada 3 kali dalam setahun, jadi gue woles aja. Memang, KKN saat libur tahun ajaran baru adalah KKN dengan waktu yang paling strategis dan dengan pilihan jenis KKN yang paling banyak dibandingkan gelombang KKN lainnya. Tapi entah apa yang ada di kepala gue, gue lebih milih KP, yang sebenarnya nilai KP gua juga sudah ada. Terus, satu proposal lainnya gue ajuin buat bulan Januari 2018. Tiga perusahaan tempat gue melamar tersebut berlokasi di Duri, Riau; Kamojang, Jawa Barat; dan Balikpapan, Kalimantan Timur. Keliatan kan modus jalan-jalan gue wkwk.

Gue beranikan diri ke kantor jurusan dan berusaha menjelaskan ke staff jurusan tentang masalah ini, gue bujuk-bujuk dan akhirnya gue dapet izin untuk buat surat rekomendasi ke-tiga proposal tersebut. Gue tinggal nunggu surat rekomendasi gue keluar. Hampir tiap hari gue datengin kantor jurusan nanya gimana perkembangan surat gue ke staff, tapi selalu nihil, dan gak jarang gue kena semprotan karena mungkin (juga) mereka bosan liat muka gue di jurusan. Gue selalu berusaha bersikap manis padahal dalam hati sebenarnya gue udah kesal dan mau nangis karena jujur gue capek. Berminggu-minggu surat izin gue gak kelar-kelar (gue bandingin sama pengurusan KP gue yang sebelumnya yang 3 hari beres). Gue pengen banget keluarian uneg-uneg gue tentang kinerja staff kantor jurusan gue, tapi di sini bukan tempatnya :'). Tapi makasih, akhir bulan Februari 2017, surat-surat gue ahirnya kelar dan proposal pun gue kirim.

Babak 1 - Prosesi Lamaran, selesai.

Friday, December 1, 2017

Monday, October 2, 2017

Soroako day-12

Hai, akhirnya gue ngepost lagi, baca dong..

Oke, jadi sekarang gue udah Semester 7, gak terasa. Melihat mahasiswa baru berpakaian hitam-putih untuk ketiga kalinya (sejak gue ninggalin indahnya masa maba) membuat gue benar-benar merasa tua.

Semester ini adalah semester yang paling santai dari 6 semester sebelumnya, karena kuliah di kelas hanya 2 sks. Santai tapi menghanyutkan. Itulah kata yang tepat untuk mahasiswa semester 7 di jurusan gue. Why? sebelum akhir semester ini kami harus sudah punya judul skripsi yang siap di-seminar-proposal-kan. Yup, dan mulailah kami memutar otak mencari judul yang tepat(-cepat-mudah).

Sangging santainya, sekarang gue lagi ngetik postingan ini di ruang tamu tempat tinggal orang tua gue 600 km jauhnya dari kampus gue di Makassar. Ini sudah hari ke-12 sejak gue tiba di sini. Berhubung lebaran tahun ini gue gak sempat mengunjungi rumah orang gue kerena ada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 2 bulan.

God I miss this place, last time im here was more than a year ago. Doesn't feel that long i guess, but for a broke student who live in a cruel city, IT IS.

Light traffic, cheap food + free food 3x a day, nice neighborhood, I can go swimming (in a LAKE) whenever the f i want (for free) just by walking 10 minutes from my bed, daaaan masih banyak lagi. Man this place is paradise, just realize this after I left for college.

I don't really do much here. I wake up, make coffee, do some research for my so-called skripsi (because i feel like sht for skipping school), play with this stray cat who come for food and show up when I meow loudly in front of my door, chat with my parents (who always ask about how my skripsi is going), watch Rick & Morty, doing my BAB 1, and when i feel like swimming i go with my little brother.

What a refreshment.

Well, actually i should've been in Makassar 3 days ago, but my waiting-list ticket for Makassar didn't make it. So im like, eeehh maybe 1 week more is okay.

Oke, itu saja update gue. bye.